Kamis, 09 November 2017

Cara Berbisnis Kelapa Sawit Dan Keuntungan Menjalankan Bisnisnya

Cara Berbisnis Kelapa Sawit Dan Keuntungan Menjalankan Bisnisnya - Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit adalahbisnis yang tidak sedikit diminati namun pun perlu kehati-hatian dalam memulainya. Kelapa sawit atau dalam bahasa latinnya dinamakan sebagai Elaeis adalahtanaman dalam kumpulan Palma.

Pohon kelapa sawit adalahtanaman tropis yang bisa tumbuh sampai ketinggian 24 Meter dengan habitat idealnya pada elevasi 0-500 Meter dari permukaan laut dan kelembaban 80-90%. Tamanan yang populer guna dikembangkan dalam bisnis minyak kelapa sawit untuk lokasi tinggal tangga,.

industri maupun biodiesel ini tidak sedikit ditemukan di wilayah Aceh, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa. Indonesia adalahpenghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Minyak kelapa sawit yang didapatkan dari olahan kelapa sawit memiliki kelebihan yang lebih tinggi dibanding minyak bumi. Minyak kelapa sawit yang didapatkan dinilai memiliki keawetan oksidasi dengan desakan tinggi

BIsnis Kelapa Sawit
BIsnis Kelapa Sawit

 serta dapat melarutkan sekian banyak  bahan kimia yang tidak bisa dilarutkan oleh bahan pelarut lainnya, pun mempunyai daya lapis yang tinggi dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit insan sehingga tidak sedikit dibutuhkan oleh sekian banyak  jenis industri.

Sebelum mengerjakan investasi kebun kelapa sawit, Anda butuh mengenal 3 tipe pohon kelapa sawit, yaitu:
1. Kelapa Sawit Jenis Dura
Buah yang didapatkan kelapa sawit jenis Dura mempunyai cangkang yang tebal dan sering dirasakan memperpendek mesin pengolahnya, tetapi tandan buah segar (tbs) paling besar dan kandungan minyak kelapa sawit yang yang didapatkan pun lumayan banyak, yakni sekitar 18% per tbs.

2. Kelapa Sawit Jenis Pisifera
Berbeda dengan Pisifera, buah dari kelapa sawit jenis Pisifera tidak mempunyai cangkang, sampai-sampai inti / kernel yang menghasilkan minyak kelapa sawit juga tidak terdapat dan paling jarang menghasilkan buah.

3. Kelapa Sawit Jenis Tenera
Tenera adalahhasil persilangan antara Dura dan Pisifera yang dirasakan sebagai bibit unggul sebab mempunyai sifat unggul dari kedua induk asalnya. Buah yang didapatkan setiap biji Sawit Tenera mempunyai persentase 90% dengan kandungan minyak kelapa sawit sampai 20% per tbs.

Sekilas tadi adalahsedikit cerminan mengenai pohon Sawit dan buah yang dihasikannya dari sepengetahuan I-Bisnis. Mengingat besarnya guna yang dihasilkan, pasti kelapa sawit adalahkomoditas yang cukup tidak sedikit dicari dan pangsa pasarnya juga sangatlah luas. Apakah kita tertarik? Mari anda lanjutkan mengenai bagaimana mempunyai lahan sawit.

Jika kita mempunyai lahan yang lumayan luas dan tidak sedikit waktu luang guna mengelolanya sendiri, perawatan lahan sawit juga tidak terlampau sulit. Namun, sebab mengawali perkebunan kelapa sawit membutuhkan ongkos yang tidak tidak banyak untuk membuka lahan dan penanaman bibit memakai alat berat.

Oleh karena itu, empunya lahan mengupayakan bekerja sama dengan sebuah instansi dalam pengelolaannya yang dinamakan sebagai kebun plasma. Lahan / Kebun Plasma adalahkebun yang dikelola oleh sebuah perusahaan atau kumpulan dengan sistem untuk hasil.

Biasanya modal mula didapat oleh instansi / kumpulan tersebut melewati pinjaman Bank, dan saat memasuki umur panen, hasil panen akan dicukur sebagian guna melunasi hutang. Oleh karena itu, hasil yang diterima dari lahan plasma bakal terbilang tidak banyak pada awalnya, namun saat hutang tersebut sudah lunas hasil yang dipetik akan paling memuaskan.

Perhitungan ongkos dan hasil dalam bisnis perkebunan kelapa sawit dapat diulas sebagai berikut:

1. Lahan dan Bibit Kelapa Sawit
Tentunya sebelum mengawali bisnis kelapa sawit, maka kita membutuhkan lahan yang lumayan luas. Jika kita tidak memilikinya, Anda bisa membelinya dari warga-warga lokal atau barangkali Anda bisa menawarkan diri sebagai investor guna mengelola lahan mereka sebagai kebun sawit.

Harga tanah dimasing-masing daerah lumayan beragam, tetapi rata-rata dalam kisaran harga 9 - 15 Juta per Hektar (1 H = 100m x 100m). Dalam satu hektar bisa ditanami sampai 136 pokok (bibit sawit) dengan harga per pokok selama 30 ribu (umur lebih tidak cukup 18 bulan). maka untuk melakukan pembelian bibit satu hektar kebun sawit akan memerlukan sekitar Rp. 4.080.000,-. Total ongkos Lahan + Bibit selama 14 - 20 Juta per hektar.

2. Penanaman dan Perawatan Kebun Kelapa Sawit
Penanaman Pohon kelapa sawit jangan sembarangan, seringkali jarak antar pohon berkisar 9 meter. Hal ini bertujuan selain mengawal jarak dewasa perkembangan kelapa sawit, juga supaya perkembangan akar kelapa sawit nantinya bisa berkembang sempurna dan tidak saling berebut nutrisi.

Bagi perawatan, yang sangat diutamakan ialah menjaga pohon sawit dari serangan Gulma maupun gangguan lainnya. Sedangkan guna pemupukan dipecah dalam 2 kriteria umur pohon.

- Pohon sawit dengan umur dibawah 3 Tahun:
Pupuk Urea 0,4-0,6 kg per pohon dalam 2x setahun. Dalam satu hektar diperlukan 136 kg pupuk urea per tahun. Dengan harga Rp. 3.900,- / kg, maka total ongkos Rp. 530.000,- / tahun.

Pupuk KCL 0,2-0,5 kg per pohon dalam 2x setahun. Dalam satu hektar diperlukan 136 kg pupuk KCL per tahun.

Dengan harga Rp. 3.900,- / kg, maka total ongkos Rp. 530.000,- / tahun.

Pupuk Kiserit 0,1-0,2 kg per pohon dalam 2x setahun. Dalam satu hektar diperlukan 54.4 kg pupuk Kiserit per tahun. Dengan harga Rp. 1.300,- / kg, maka total ongkos Rp. 70.720,- / tahun.

Borate 0,02-0,05 kg dalam 2x setahun. Dalam satu hektar diperlukan 13,6 kg Borate per tahun.

Dengan harga Rp. 10.100,- / kg, maka total ongkos Rp. 137.360,- / tahun.

Maka total ongkos pupuk guna pohon sawit umur dibawah 3 Tahun dibutuhkan Rp. 1.268.080,- per hektar per tahun.

- Pohon sawit dengan umur panen 3 Tahun keatas:
Pupuk Urea 2-2,5 kg per pohon dalam 2x setahun. Dalam satu hektar diperlukan 680 kg pupuk urea per tahun. Dengan harga Rp. 3.900,- / kg, maka total ongkos Rp. 2.652.000,- / tahun.

Pupuk KCL 2,5-3 kg per pohon dalam 2x setahun. Dalam satu hektar diperlukan 816 kg pupuk KCL per tahun. Dengan harga Rp. 3.900,- / kg, maka total ongkos Rp. 3.182.400,- / tahun.

Pupuk Kiserit 1-1,5 kg per pohon dalam 2x setahun.

Dalam satu hektar diperlukan 408 kg pupuk Kiserit per tahun. Dengan harga Rp. 1.300,- / kg, maka total ongkos Rp. 530.400,- / tahun.

Borate 0,05-0,1 kg dalam 2x setahun. Dalam satu hektar diperlukan 27,2 kg Borate per tahun. Dengan harga Rp. 10.100,- / kg, maka total ongkos Rp. 274.720,- / tahun.

Khusus guna SP-36 0,75-1 kg diserahkan 1x setahun. Dalam satu hektar diperlukan 272 kg Borate per tahun. Dengan harga Rp. 4.850,- / kg, maka total ongkos Rp. 1.319.200,- / tahun.

Maka total ongkos pupuk guna pohon sawit umur panen 3 Tahun keatas dibutuhkan Rp. 7.958.720,- per hektar per tahun.

3. Proses dan Penjualan Hasil Panen Kelapa Sawit
Inilah unsur yang sangat ditunggu, Pohon Sawit bisa mulai dipanen dari umur 3 tahun. Biasanya proses panen dilaksanakan 2x dalam satu bulan guna 2 hektar kebun. Rata-rata berat tandan buah segar (tbs) dapat menjangkau 50 kg tergantung pada perawatan dan jenis bibit, semakin tua usia sawit, semakin berat pun hasil tbs.

Itu berarti andai kita mempunyai 1 hektar kebun sawit dengan 136 pohon, anggapan tiap pohon menghasilkan satu tandan 50 kg per bulan, maka dalam 1 hektar dapat didapatkan 6,8 Ton / bulan, dengan rata-rata harga tds (tandan buah segar) sawit selama Rp. 1.300,- / kg, maka didapatkan Rp. 8.840.000,- / bulan, atau dalam setahun didapat Rp. 106.080.000,- / hektar.

Jika anda bandingkan dengan ongkos pupuknya dengan luas lahan yang sama yaitu dalam 1 hektar, maka dapat diambil deviden bisnis kelapa sawit sampai Rp. 98.000.000,- per tahun. (Hitungan itu adalahperhitungan kasar diluar ongkos operasional dan ongkos tak tersangka yang barangkali akan bervariasi tiap lahan.)

Blogger Newbe

Saya Bekerja Keras Membuat Berbagai website untuk Meriset Bagaimana Dan Website Mana Yang Cocok Bagi Saya.Dan Sudah Saya mulai sejak SMA.


EmoticonEmoticon