Minggu, 15 Oktober 2017

Perbedaan Mencolok Reseller VS Dropshiper

Perbedaan Mencolok Reseller VS Dropshiper - Bisnis Tanpa Modal? Apa Bisa?
Ya! jaman kini bisnis tidak mesti punya MODAL, asal punya niat! Kalau udah gak punya modal dan gak terdapat niat guna usaha ya tidak boleh ngeluh bila hidupnya sulit melulu! Pilihanya sederhana kok cuman 2, yang kesatu bila males usaha atau gak niat ya darurat harus "ngeluarin modal (uang)", bila gak inginkan ngeluarin uang, ya mesti punya niat, sederhana kan?

Banyak anak muda bahkan orang dewasa mengganggap modal ialah yang terpenting dalam usaha, telah baca artikel saya tentang Mau Bisnis, Tapi Mulai Darimana? bila belum silahkan kamu baca dulu artikel itu. Saya anggap kamu sudah menyimak tulisan saya ya, yuk lanjut.

Bisnis Tanpa Modal?

Sebagian besar orang memikirkan sesuatu yang terlampau jauh, tergolong saya dulu, sebelum saya mengawali untuk berbisnis. hmm.. saya inginkan bisnis ah yang keren, dapat masuk mall, dapat punya mesin sendiri, dapat sewa ruko, dapat punya kendaraan guna nganterin produk, dan dapat bisa dapat yang lainnya...

padahal? apakah kamu tahu bisnis RECEHAN dapat jadi MILYARAN? Terkadang anda mikirnya terlampau jauh, tersebut sebabnya yang deket dan yang mudah digarap gak terpikirkan.

Gimana sih bila gak punya modal tapi inginkan berbisnis? Pertanyaan ini sangat sering ditanyakan oleh tidak sedikit orang, tersebut sebabnya saya hendak berbagi dan membahas bila bisnis tidak mesti hanya soal MODAL.

Reseller atau Dropshipper?

Sudah tau apa tersebut reseller atau dropshipper sebelumnya? bila belum tahu, saya sampaikan inti/garis besarnya ya. Sebenarnya reseller ataupun dropshipper ialah bentuk kerja sama antar si supplier/distributor/agen dengan orang yang hendak bergabung menjadi teman kerja mereka, tetapi disini yang membedakan ialah SISTEM nya.

Baca Juga : 5 Strategi Untuk membangun Bisnis Freelance Writing

Reseller pada umumnya memerlukan sejumlah dana yang di depositkan untuk supplier/distributor/agen, namun mereka tidak butuh pusing memikirkan pengiriman, quality control, packaging orderan, dan lain-lain. Tugas mereka melulu mencari pelanggan saja. kok saya belum ngerti yah? Saya sampaikan menggunakan misal ya..

Misalnya: Saya sebagai reseller dari suatu bisnis keripik, saya mendepositkan duit saya sebesar Rp.500.000,- (bisa dapet 84pcs keripik, sebab harga dari supplier melulu 6rb) untuk si supplier. Beberapa hari kemudian, saya menemukan orderan keripik 12pcs (katakan 1pcs keripik harganya Rp.10.000,-, harga 10rb ini sudah kamu markup, harga pribumi dari supplier ialah hanya 6rb rupiah) berarti total orderan saya ketika ini 12 x Rp.10.000,- = Rp.120.000,- (saya untung 4rb x 12 = Rp.48.000,- untung ini telah masuk ke dalam kantong ^.^)

nah berarti berapa deposit yang tersisa? ya bermukim dikurangi saja Rp.500.000,- dikurangi Rp.72.000,- = Rp.428.000,- berarti kamu masih dapat memesan produk keripik sebanyak Rp.428.000,- dipecah 6rb rupiah = 72pcs lagi. simple kan? Istilahnya, reseller ini stock produk, namun produknya tetap terdapat di pihak supplier/distributor/agen, sampai-sampai kita gak butuh repot urusin ekspedisi dan lain-lain.

Berbeda dengan Dropshipper, pada lazimnya dropshipper tidak memerlukan modal sama sekali, tugasnya melulu mencari pelanggan, andai ada pelanggan yang inginkan membeli, si pelanggan mentransfer sebanyak uang menurut harga yang dipesan ke tabungan si dropshipper, kemudian dropshipper ini yang nantinya bakal memberitahu pesanan yang mesti dikirim untuk si supplier (menggunakan nama pengirim si dropshipper).

Setelah supplier menerima informasi pesanan, dropshipper melanjutkan sebanyak uang untuk si supplier (tentunya disini si dropshipper telah mendapatkan komisi, sebab harga dari supplier telah di markup). Setelah tersebut si supplier lah yang akan mengantarkan barang ke si pelanggan. Simple banget kan?

Nah! Dropshipper ini yang dinamakan bisnis TANPA MODAL! gak butuh stock barang, gak butuh repot ngirim orderan, gak butuh sibuk quality control, gak butuh sibuk yang beda lain lain, tugasnya cuman NYARI PELANGGAN aja. Biasanya si dropshipper ataupun reseller sudah diserahkan catalog harga yang sudah disepakati kedua belah pihak.

Baca Juga : 5 Bisnis Online 2017 Tanpa Modal Dengan Untung Besar

Pada lazimnya tugas si dropshipper cuman modal FOTO doank, modal FOTO aja dapat jadi DUIT, enak kan? bermukim jepret-jepret potret produk dari supplier, terus promosi, deal, closing deh... enak toh?

Jadi lebih bagus mana antara Reseller atau Dropshipper? dua duanya saya mesti bilang sama-sama bagus bila dijalankan dengan disiplin dan konsisten ya...

Semoga artikel saya kali ini bisa berfungsi dan tentunya artikel ini tidak bakal menjadi uang andai tidak diusahakan atau dipraktekan, silahkan berbagi memakai tombol share atau tweet inilah ini ya..

Blogger Newbe

Saya Bekerja Keras Membuat Berbagai website untuk Meriset Bagaimana Dan Website Mana Yang Cocok Bagi Saya.Dan Sudah Saya mulai sejak SMA.


EmoticonEmoticon